Di tengah intrik keluarga Jiang yang kejam, fitnah yang meruncing, dan ancaman kematian yang mengintai anak-anaknya, Jiang Sui dipaksa menghadapi kenyataan pahit: bahwa monster yang paling ia takuti mungkin adalah satu-satunya pelindung yang ia miliki.
Namun, hubungan mereka terhalang oleh lebih dari sekadar ego dan luka lama. Sebuah "Sumpah Serigala" kuno mengikat nyawa Mu Yan di ujung tanduk, menuntut pengorbanan darah dari seorang Gadis Suci yang hilang. Tanpa mereka sadari, kunci dari kutukan itu mengalir tepat di dalam nadi Jiang Sui.